1 Mei 2013

Mempersiapkan Akhwat sebagai Da'iah



Sebagai seorang muslimah tentunya mendapatkan kewajiban untuk mengingatkan orang lain dalam hal kebaikan. Tidak hanya mengingatkan orang lain saja, tetapi seorang muslimah terlebih dahulu untuk mengamalkan ilmu yang didapatkannya. Untuk itu seorang muslimah harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu. Dalam proses ini meliputi 4 hal, antara lain: penyiapan spiritual, penyiapan intelektual, penyiapan fisik, dan penyiapan materi.
Pada generasi awal islam tarbiyah merupakan hal paling mendasarkan yang ditanamkan dalam hati. Rasulullah saw. menyiapkan generasi awal lewat tarbiyah ruhiyah ( pembinaan spiritual ) yang mantap. Turunnya surat Al Muzamil pada awal periode mekkah mengisyaratkan betapa kuatnya tarbiyah saat itu. Jika diperhatikan terdapat beberapa tonggak dalam upaya mempersiapkan kekuatan ruhiyah seorang daiyah muslimah, yaitu memiliki kejelasan loyalitas, menghiasai diri dengan akhlak yang terpuji, shalat malam, tilawatil Qur’an, dan mengingat dan menyebut nama Alloh nama Alloh.
Tidak cukup hanya berbekal penyaiapan aspek ruhiyah saja, para daiyah muslimah semestinya juga mempersiapkan diri dalam hal intelektualitas (tsaqofah).  Dalam mengemban amanah sebagai seorang daiyah muslimah dituntut untuk memperkaya pengetahuannya. Agar ia lebih mudah meyakinkan orang lain juga agar dakwah yang disampaikan tidak kehilangan kualitasnya. Minimal terdapat tiga keilmuan yang diperlukan daiyah muslimah untuk dirinya sendiri maupun kaitannya dengan tugas dakwahnya antara lain pengetahuan islam pengetahuan modern, dan pengetahuan kecakapan.
Penyiapan fisik ternyata merupakan bagian integral dari keseluruhan penyiapan yang mesti dilakukan oleh para daiyah muslimah. Seorang daiyah muslimah harus selalu menjaga kesehatannya. Selain itu penyiapan materi seorang daiyah teramat penting untuk menunjang kelancaran dalam dakwah.
Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat dua hal yan membawa keteraturan. Pertama adanya seperangkat sistem, tata tertib, atau ketentuan yang mengatur kehidupan manusia. Kedua adanya sikap ketaatan manusia atas sistem ketentuan tersebut. Dua hal tersebut merupakakn persyaratan umum agar tercipta keteraturan dalam kehidupan. Sekuat dan sebagus apapun sebuah sistem jika tidak dipatuhi maka tidak akan memberikan pengaruh apapun dalam kehidupan. Akan tetapi sebuah aturan baru layak ditaati, apabila membawa kemaslahatan bagikehidupan secara umum. Dalam islam, tata aturan yang harus ditaati adalah keseluruhan ajaran islam itu sendiri yang bersumber dari Alloh yang Maha Mengetahui dan bijaksana. Aturan yang sangat mempertihatikan sisi kemanusiaan karena dibuat oleh sang pencipta manusia. Setiap muslim dan muslimah dituntut untuk memiliki sejumlah ketaatan sebagai konsekuensi dari keimanannya. Ada tiga macam ketaatan yang diperintahkan bagi setiap muslim dan muslimah, yaitu taat kepada Allah, Rasul, dan ulil amri. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud taat kepada Allah adalah mengikuti Al Qur’an, taat kepada Rasul adalah dengan mengikuti sunah, adapun taat kepada ulil Amri adalah ketaatan kepada para ulama dan pemimpin.

Semarang, April 2013
Mayasari Dian Pratiwi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar