Sebagai
seorang muslimah tentunya mendapatkan kewajiban untuk mengingatkan orang lain
dalam hal kebaikan. Tidak hanya mengingatkan orang lain saja, tetapi seorang
muslimah terlebih dahulu untuk mengamalkan ilmu yang didapatkannya. Untuk itu
seorang muslimah harus mempersiapkan dirinya terlebih dahulu. Dalam proses ini
meliputi 4 hal, antara lain: penyiapan spiritual, penyiapan intelektual,
penyiapan fisik, dan penyiapan materi.
Pada
generasi awal islam tarbiyah merupakan hal paling mendasarkan yang ditanamkan
dalam hati. Rasulullah saw. menyiapkan generasi awal lewat tarbiyah ruhiyah (
pembinaan spiritual ) yang mantap. Turunnya surat Al Muzamil pada awal periode
mekkah mengisyaratkan betapa kuatnya tarbiyah saat itu. Jika diperhatikan
terdapat beberapa tonggak dalam upaya mempersiapkan kekuatan ruhiyah seorang
daiyah muslimah, yaitu memiliki kejelasan loyalitas, menghiasai diri dengan
akhlak yang terpuji, shalat malam, tilawatil Qur’an, dan mengingat dan menyebut
nama Alloh nama Alloh.
Tidak
cukup hanya berbekal penyaiapan aspek ruhiyah saja, para daiyah muslimah
semestinya juga mempersiapkan diri dalam hal intelektualitas (tsaqofah). Dalam mengemban amanah sebagai seorang daiyah
muslimah dituntut untuk memperkaya pengetahuannya. Agar ia lebih mudah
meyakinkan orang lain juga agar dakwah yang disampaikan tidak kehilangan
kualitasnya. Minimal terdapat tiga keilmuan yang diperlukan daiyah muslimah
untuk dirinya sendiri maupun kaitannya dengan tugas dakwahnya antara lain
pengetahuan islam pengetahuan modern, dan pengetahuan kecakapan.
Penyiapan
fisik ternyata merupakan bagian integral dari keseluruhan penyiapan yang mesti
dilakukan oleh para daiyah muslimah. Seorang daiyah muslimah harus selalu menjaga
kesehatannya. Selain itu penyiapan materi seorang daiyah teramat penting untuk
menunjang kelancaran dalam dakwah.
Dalam
kehidupan sehari-hari, terdapat dua hal yan membawa keteraturan. Pertama adanya
seperangkat sistem, tata tertib, atau ketentuan yang mengatur kehidupan
manusia. Kedua adanya sikap ketaatan manusia atas sistem ketentuan tersebut.
Dua hal tersebut merupakakn persyaratan umum agar tercipta keteraturan dalam
kehidupan. Sekuat dan sebagus apapun sebuah sistem jika tidak dipatuhi maka tidak
akan memberikan pengaruh apapun dalam kehidupan. Akan tetapi sebuah aturan baru
layak ditaati, apabila membawa kemaslahatan bagikehidupan secara umum. Dalam
islam, tata aturan yang harus ditaati adalah keseluruhan ajaran islam itu
sendiri yang bersumber dari Alloh yang Maha Mengetahui dan bijaksana. Aturan
yang sangat mempertihatikan sisi kemanusiaan karena dibuat oleh sang pencipta
manusia. Setiap muslim dan muslimah dituntut untuk memiliki sejumlah ketaatan
sebagai konsekuensi dari keimanannya. Ada tiga macam ketaatan yang
diperintahkan bagi setiap muslim dan muslimah, yaitu taat kepada Allah, Rasul,
dan ulil amri. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud taat
kepada Allah adalah mengikuti Al Qur’an, taat kepada Rasul adalah dengan mengikuti
sunah, adapun taat kepada ulil Amri adalah ketaatan kepada para ulama dan
pemimpin.
Semarang, April 2013
Mayasari Dian Pratiwi
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar