3 November 2014

Aku Dan Dakwah


Dalam bingkai aku cinta dakwah;
Dakwah adalah kalimat akrab dan menawan di telingaku, aku mau dakwah bagaikan oase yang menyejukkan setiap jiwa yang haus, dakwah itu seperti memberikan nur dalam titik yang gelap, dakwah itu memenangkan hati manusia yang kaku, membimbing manusia yang baik agar meniti jalan yang benar, menuntun orang maksiat kepada taat, dan akhirnya hasil dakwah itulah yang akan memenangkan hati setiap manusia, karena melaluinya manusia di antarkan ke tempat mulia yang semestinya, yaitu dekat kepada Alloh ta’ ala.
Dalam dakwah jika kubahas keterkaitannya dengan aku, tentu saja aku harus sangat akrab dengannya, ialah dakwah seperti sosok paling elegan yang harus mendampingi hidupku, dakwah adalah sarana paling efektif untuk mendekatkan diri kita kepada Alloh, mendekatkan orang lain yang belum dekat kepada Alloh agar dekat kepada Alloh. Pokoknya sampai mati aku hanya ingin berkawan mesra dengannya, titik.
Berdakwah baik kepada diri kita sendiri, keluarga, masyarakat maupun yang lainnya adalah bukti cinta kepada Alloh yang paling kongkrit. Karena kecintaan Alloh kepada kitalah, Alloh mengutus kita sebagai khalifah , sebagai pendakwah. Kita adalah sosok – sosok istimewa yang di butuhkan oleh dakwah, kita wajib sadar bahwa kita membutuhkan dakwah untuk menolong diri kita dan menolong agama-Nya. Tak mungkin Alloh tak mencintai kita, maka pastilah harus kita balas cinta itu dengan dakwah itu.
Aku.. ingin dan akan berdakwah dengan cinta dan hati, sebab itulah alasan terlogis yang dulu mengantarkanku kepada jalan ini. Dakwah berbumbu cinta, membuat objek dakwah memahami bahwa dia sesungguhnya hidup untuk dicintai, mencintai, ya..tentu saja oleh Alloh, Nabiku Muhammad SAW, orangtua, dan teman seperjuanganku.  
Dakwah itu sebelum profesi apapun; sebelum apapun.
Dakwah bagiku tak harus bermimbar agar tenar, yang penting nama kita tercatat sampai ke surga. Aamiin. Hadist berbunyi; sampaikanlah walau satu ayat saja, itu cukup menjadi pendukung bagi kita. Namun, jangan pernah batasi potensi kita dengan alasan hadist tadi, kita adalah mujahidah di antara tentara Alloh.
Dakwah dalam singkatnya adalah mengajak kepada kebenaran, bukan kebaikan, karena baik belum tentu benar, tapi benar pastilah baik. Dan, tarbiyah dan dakwah itu menciptakan manusia kreatif, beragam, unik dan antik. Apapun idemu, sekonyol apapun itu, maka tunjukkanlah dengan aksi nyata. Lebih manis bereksperimen gagal daripada ide hanya jadi isapan jempol saja.
_Leea Zahra

Dakwah Dalam Diam



Setiap jam kepulangan siswa; pukul 12.30, depan sekolah tempatku mengajar berubah seperti pasar pindah. Meski sudah mencoba berdialog berkali-kali plus sudah dipasang papan bukan tempat untuk berjualan, tetap saja banyak pedagang berjejer-jejer menjajakan dagangannya disana. Kami, selaku pihak sekolah sebenarnya merasa keberatan dengan kebandelan mereka namun kami tak bisa berbuat banyak. Karena, seperti tugas kami, dagangan itu sumber nafaqoh mereka.

Lama-lama, kami mulai terbiasa dan merasa biasa dengan kehadiran mereka. Saat piket; iseng, aku mencoba menghitung satu persatu pedagang yg berikhtiar menjemput rejeki itu. Untuk ukuran halaman luar gerbang PAUD IT Mutiara Hati yang sempit, jumlah mereka bisa dikatakan banyak. Dan ternyata setelah ku amati, mereka membawa ciri khas masing-masing untuk menarik pelanggan. Ada pedagang roti berlisensi japan yang dari gerobak sepedanya selalu mengeluarkan theme song dari sebelum anak-anak keluar kelas hingga sekolah sepi. Ada pedagang susu cup yang juga punya lagu khas. Ada pedagang es tong-tong, dengan bonang yang selalu melekat pada gerobak dorongnya. Tak ketinggalan  pedagang kue leker yang meyetel lagu pop dewasa kencang-kencang layaknya konser yang disiarkan secara live. Ada juga beberapa pedagang mainan yang hanya menggelar dagangannya begitu saja di lantai. Itu baru beberapa, yang lain masih banyak lagi.

Aku merenungi cara mereka menawarkan dagangan. Untuk bisa dikenal dan menarik perhatian calon pembeli, mereka harus memiliki tanda khusus. Tanda yang membedakannya dengan pedagang lain. Sama seperti kita yang memiliki kewajiban menyeru pada kebenaran. Bahwa, setiap kita(dai)  punya ciri masing-masing untuk menghimpun target dakwah kita. Seperti misalnya, Yusuf Mansyur dengan sedekahnya, ust. Arifin Ilham dengan majelis Adz-Dzikranya, Alm. Uje dengan kegaulannya, Asma Nadia, Afifah Afra, Tere Liye, Salim A. Fillah, Habiburahman El Shirazy dengan buku-bukunya. Atau seperti Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Fahri Hamzah, Ahmad Heryawan, Irwan Prayitno  denngan prestasi dalam dunia politik Indonesia, juga edcoustic, opick dan raihan dengan syair lagu-lagu relijiusnya. Mereka dikenal dan besar dengan penanda mereka (juga atas ijin Allah). Belajar dari hal tsb, maka aku yg berharap bisa tergabung dalam barisan pengemban risalah Rasulullah SAW, juga ikut membangun tanda. Tanda yang sebenarnya sudah mulai aku bangun sejak masih duduk di bangku SMK.

Empat tahun yang lalu, atas hidayah Allah, aku berazam untuk melakukan hijrah menuju babak baru dalam hidupku. Perjalanan berkilo-kilo meter dimulai dari satu langkah awal, begitu kata-kata bijak yang sering ku baca. Maka sebagai langkah awal berhijrah, aku kenakan jilbab rapi hingga menutup dada sesuai dengan perintahNya dalam QS. An Nur dan Al Ahzab. Namun beberapa bulan kemudian, seiring bertambahnya ilmu dan pemahamanku terhadap Islam, niat berjilbabku bertambah. Jilbab yang ku pakai tak hanya sebagai penanda hijrah tapi juga penanda dakwah. Setiap kali orang lain melihat jilbabku maka secara otomatis aku sudah memperlihatkan bahwa aku tidak malu dengan identitas Islamku. Setiap orang menatap lebarnya jilbabku aku juga sedang berdakwah, ini perintah Allah lho. Saat orang penasaran apa tidak gerah? Apa tidak ribet? Apa tidak ndeso? Aku tunjukan bahwa jilbab 'rapi' tidak menghambat aktivitas dan malah menambah 'cantikny' diri. Jilbab juga berandil besar memperbaiki akhlakku. Maka aku juga berdoa, semoga Allah membuka mata dan hati orang lain untuk mengikuti kebaikan yang ku lakukan. Pokoknya aku desain sedemikian rupa niat dalam hati. Bahwa, jilbab ini tak hanya berupa kebenaran dan kebaikan tapi juga salah satu penyalur kebenaran dan kebaikan. Bahwa, jilbab ini tak hanya bermanfaat bagi diriku sendiri tapi juga bagi orang lain; di dunia hingga akhirat kelak.

Nah,
Itulah jalan dakwahku. Jalan dakwah yang ku susuri dalam diam dengan jilbab sebagai pengingat dan penandanya. Jalan yang mungkin selemah-lemahnya cara. Namun semoga dengan begini, aku yang besar malu saat berbicara di depan orang banyak; aku yang tak  pandai meramu kata; aku yang biasa-biasa saja tetap bisa ikut berkontribusi dalam dunia dakwah yang semakin membahana ini. Lillah, billah. . .

Alya Jazilah
Dalam tugas "Aku dan Dakwah"

16 Juni 2014

Untukmu Pemuda


Buka-buka file lama nemu kayak begini,

Pemuda adalah Ibrahim
yang dengan kampaknya menebas leher paganisme
yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan kesombongan sang tiran
yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat kebenaran dibalik rahasia alam semesta
yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara tak bertuan
yang kecintaan kepada rabb-nya mengalahkan segala sesuatu,
merelakan semua kemahalan pengorbanan

Pemuda adalah Musa
yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
yang dengan ketegasannya menciptakan sistem kepemimpinan
di tengah kaum yang terpecah belah
yang dengan bara semangat perjuangannya membebaskan kaum tertindas

Pemuda adalah Isa
yang dengan ketulusan kasih sayangnya mencairkan kebekuan hati
yang dengan kelembutannya menumbuhkan kehidupan
yang pengorbanan tanpa pamrihnya menyinari kegelapan paradigma materialis
yang kejernihan hatinya menguak segala rahasia kejahatan

Pemuda adalah Muhammad
yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan
yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban rendah
untuk kemudian membangun ketinggian hakikat pradaban kemanusiaan
yang kecintaan kepada rabb-nya membuatnya tak peduli apapun yang menimpanya
yang ketinggian akhlaqnya membuat hormat dan pujian dari seluruh alam
yang kecintaan kepada ummatnyamembuatnya tak tenang istirahat
yang kezuhudannya telah mengharamkan diri dan keluarganya dari obsesi gelimang materi
yang ketinggian namanya selalu disebut sampai hari kiamat

Pemuda,
di pundakmu lah tertumpu berjuta harapan
di dirimu lah terkumpul potensi keutamaan
di tanganmu lah terletak penyelesaian permasalahan ummat
di matamu sinar akan menguak kegelapan
di perjuanganmu tergantung bangunan ketinggian
peradaban kemanusiaan

Pemuda,
raihlah ketinggian
gapailah kemuliaan
temukan hakikat kebahagiaan
tegarkan dirimu menghadang badai
tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan
lambungkan jiwamu meninggi
menembus batas birunya langit
karena disanalah akan engkau temui
Ar-’Rofiqul A’la ....

21 April 2014

Sudut,




Untukmu yang berada di sudut...,
Cinta itu membutuhkan pembuktian, jika kau yakin mencintai Allah maka buktikanlah dengan berbagai macam amal terbaik yang mampu kau berikan. Kefahaman tentang syahadatain dapat terbukti saat mampu melakukan apapun karena Allah mencintainya. Melakukan segala aktivitas karena mengharap keridhaanNya. Tak perduli cibiran manusia...karena yang kita cari adalah harga kita dihadapan Allah bukan harga kita dihadapan makhlukNya. Eksistensi dihadapan Allah itu jauh lebih utama...

Untukmu yang berada di sudut...,
Letakkanlah cinta pada ruang hati dengan bijaksana...sebagaimana Ali bin Abi Thalib saat ditanya anaknya. Dia berkata bahwa yang menjadi dasar dia mencintai Muhammad SAW, Fatimah Azzahra, Anak-anaknya, para sahabat dan yang lainya adalah kecintaannya kepada Rabbnya.

Untukmu yang berada disebuah sudut...,
Jika masih merasa tak nyaman dengan dengan aktivitas pekanan maka tanyakanlah dalam hatimu apakah hari ini masih mencari sebuah kata yang disebut dengan kenyamanan? Bukankah kita bertemu dalam barisan ini karena mempercayai bahwa barisan ini mempunyai manhaj yang benar, fikroh yang bersih...dan kita myakini bahwa dengan kita bergabung maka kita akan semakin dekat dengan Allah dan memahami arti mencintaiNya. Lingkaran itu adalah keluarga kecilmu tempat mencurahkan segala rasa yang ada padamu, ada seseorang yang sudah siap untuk menjadi guru, pemimpin, orang tua dan sahabat bagimu.

Untuk yang ada di sebuah sudut...
Jika merasa berjalan sendirian dalam pekat dan hidup dalam senyap, maka sentuhkah lehermu...cari detak nadimu, dan ketahuilah bahwa Allah ada didekatmu lebih dekat dari detak urat nadi itu. Maka kau akan merasa bahwa ada yang menemanimu dalam pekat dan membersamaimu dalam senyap.

Untukmu yang ada disebuah sudut...,
Jika kau merasa menyerah dengan orang sekitarmu yang tak kunjung berubah, maka lihatlah kisah nabi Nuh yang berdakwah selama seribu tahun kurang lima puluh tahun dan hanya ada 40 yang mengikuti risalahnya,, maka lihatlah doa yang tak terputus dari Muhammad SAW kepada kedua Umar agar mereka bergabung dalam barisan islam.

Untukmu yang berada disebuah sudut...,
Jika merasa tak pantas menjadi salah satu penyeru agama Allah karena orang terdekatmu juga belum tersentuh dakwah dengan sempurna maka ingatlah kisah Ibrahim...beliau mengajarkan tentang eksistensi Allah dan ayahnya adalah sang pembuat patung berhala,
Jika berfikir untuk meninggalkan panggung dakwah ini karena merasa putus asa, maka ingatlah dengan kisah nabi yunus yang beliau pergi meninggalkan umatnya kemudain ditegur oleh Allah saat berada di tengah lautan. Menjadilah Mus’ab Bin Umair piar islam paling handal yang dimiliki oleh Rasulullah...menyaipkan madinah hingga pada suatu waktu menjadi tempat subur untuk perkembangan islam. Dimanapun berada selalu menyampaikan kebenaran risalahnya

Untukmu yang berada disebuah sudut...,
Jika ada yang mencemooh langkahmu maka ingatlah kisah Muhammad dengan sang yahudi buta beliau tetap menunjukkan akhlak terbaik yang beliau punya. Ingatlah kisah hijarah nabi Muhammad ke Thaif ketika malaikat menawarkan bantuan menimpakan gunung kepada penduduk Thaif tapi sang Nabi menolaknya dan berkata suatu hari annati akan terlahir seseorang yang menjadi pembela islam dari tanah ini.

Untukmu yang ada disebuah sudut...,
Jika kau merasa bahwa semua orang disekitarmu menyangsikan kemampuanmu melakukan sesuatu, maka ingatlah kisah sebuah pasukan terakhir yang dikirim oleh Rasulullah sebelum beliau wafat untuk menyerang bangsa Rum. Mereka kembali dengan jumlah pasukan yang utuh dan ghanimah yang sangat banyak. Masih ingatkan dengan Usamah Bin Zaid? Seorang pemuda berusia 18 tahun memimpin pasukan itu, dengan para sahabat senior menjadi pasukan yang harus dipimpinnya. Banyak yang meragukan kemampuan nya...tapi dia mematahkan segala keraguan dengan bukti bahwa dia mampu melakukan nya bahwkan lebih baik dari yang lainnya. Ingatlah cerita tentang Tariq bin Ziyad yang menaklukkan andalusia...dia dan pasukannya adalah pasukan yang tidak begitu diharapkan membawa kemenangan. Tapi Thariq memahami betul bahwa tugas yang diterimanya adalah transaksi antara dia dengan Tuhannya, maka dia memberikan hal terbaik yag dia punya dan membawa kemenangan untuk kaum muslimin.
Untukmu yang masih merasa bahwa kau tak pantas berada disuatu tempat pada sebuah bangunan dakwah yakinlah ada maksud Allah mengapa berada disana. Selalu ada maksud yang kadang tak mudah kita pahami. Jangan sampai kita hanya terkungkung dalam pikiran ketidakmampuan kita tanpa melakukan sesuatu.

Mari belajar dari matahari...memberikan sinar pada saat yang tepat dan rela digantikan bintang saat senja mulai merambat. Kemudian dia berada di tempat berbeda untuk memberikan hangatnya.
Mari belajar dari pelangi..dia memberikan kebahagiaan sesaat setelah rinai hujan mulai mereda dan terkena sinar matahari
Mari belajar dari rumput...kecil memang, tak semua orang mencintainya..tapi rumput merupakan tumbuhan perintis sebelum muncul sebuah hutan yang lebat. Dia tidak akan tumbang saat badai datang...
Segala letih, lelah, peluh dan air matamu adalah mahar yang harus dibayar untuk mendapatkan telaga firdausnya. Yakinlah bahwa setiap langkah dalam perjuangan akan mendatangkan tujuh ratus kebaikan dan menghabus tujuh ratus keburukan..teruslah melangkah sebagai bukti mujahadah kepada Allah. Nimatilah proses ini, dakwah ini tidak indah pada waktunya tetapi indah disetiap waktunya. Semoga sejarah mengukir namamu dengan tinta emasnya.

Selalu mencintaimu...tersebut namamu dan terlantun doa istimewa disetiap nama
Dari saudaramu di sudut berbeda

Titania Az Zahra

16 Januari 2014

Catatan Inspirasi...tentang bidadari,




Sebuah buku yang menggugah hasrat para pembaca. Menstimulus rasa ingin tahu yang tinggi dan kadar penasaran yang luar biasa. Buku yang berjudul Agar Bidadari Cemburu Padamu ini dikemas dengan bahasa yang puitis dan dilengkapi kutipan-kutipan hadist dan Al Qur’an, membuat sempurna karya tulis ini. Semua hal tentang wanita dikupas tuntas dalam karangan Salim A. Fillah ini. Kiat dan cara menjadi wanita yang sempurna di mata bidadari-bidadari Allah telah dipaparkan secara gamblang oleh penulis. Subhanallah, sungguh luar biasa.
Torehan tinta Salim ini telah melukis indah inspirasi dalam qalbku. Ingin rasanya menjadi seorang penulis yang hebat layaknya mimpi kecilku dulu. Namun, seiring berjalannya waktu tak pernah aku bangun jembatan untuk menggapai itu. Aku sadar ini salah, dan aku berjanji untuk merenda mimpi itu perlahan, hingga pada suatu saat akan lahir seorang penulis hebat yang karya-karya abadi dan bermanfaat untuk orang lain, bernama RIRIN RIANA.
Inspirasi yang lain adalah inginnya diri ini menjadi seorang muslimah yang sesungguhnya, yang bisa menundukkan pandangan, menjaga harga diri, keluarga, dan almamater tercinta. Menjadi pribadi yang ikhlas dan rela dengan takdir yang telah terangkai manis di Arsy Allah. Mencoba membersihkan hati untuk bisa menjadi hamba yang mencintai Allah dengan sebenar-benar cinta. “Allah pemilik semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan dan hikmah. Allah pemilik semua kelembutan, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta, dan kebaikan.... Dan Dia bersama kalian di manapun kalian berada...” (Al Hadid : 4).
Inspirasi yang indah lainnya, ingin rasanya di saat cinta datang untuk diri dan hatiku, ijinkan aku menjadi wanita yang bisa menjaga diri. Jangan biarkan aku terjebak dalam perangkap setan yang penuh kehinaan. Hatiku ingin ku persembahkan untuk orang yang benar-benar bisa menjaga hatinya. Dan sekarang ingin rasanya ku abdikan diriku untuk Allah. Sebelum kematian itu datang, aku harus bisa menjadi manusia yang lebih baik dari yang dulu dan bermanfaat, baik untuk keluarga maupun orang lain.
Menjadi pribadi yang pemalu, namun tidak memalukan. Malu di sini mempunyai pengertian bahwa diri ini akan merasa malu jika yang lain melakukan yang lebih baik, sedangkan kita masih menjadi yang biasa-biasa saja.
Sebenarnya masih banyak inspirasi-inspirasi yang lain. Namun, inspirasi hanya akan menjadi inspirasi jika tidak ada upaya yang pasti. Jadi yang harus dilakukan adalah lakukan upaya yang pasti , agar inspirasi itu terus terpatri dalam hati dan terealisasi dalam kehidupan dan mimpi-mimpi itu akan terlukis dalam kenyataan ini.. Aamiin. ..,

_Ririn Riana Math '13_